KOTAMOBAGU – Bidang pemadaman kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu malam ini menerima tiga sekaligus aduan masyarakat atas ganguan sejumlah hewan dan pemotongan cicin di jari manis yang sudah menyebabkan penggunanya mengalami kesakitan di bagian jari manis.
Yang pertama adalah laporan warga kelurahan Mongondow kecamatan Kotamobagu Selatan terkait Dengan pengunaan cicin jari manis yang suda tidak bisa di lepas atas nama Bayu (17) sehingga harus di lakukan pemotongan cincin dengan mengunakan alat khusus Gurinda mini yang di lakukan oleh petugas Damkar.
Selanjutnya laporan warga kelurahan Pobundayan dimana di sebuah rumah milik warga Ni Nalem Suriani (25), tepatnya di bagian plafon rumah terdapat hewan reptil jenis ular berbisa yang juga harus di evakuasi oleh tim Damkar dengan menggunakan tongkat penjinak hewan ular dan di masukan ke dalam karung kemudian.
Yang ketiga ada di rumah milik ceny S Mokoagow (47) di bagian diding yang tempati hewan berbisa jenis tawon vespa, juga di lakukan evakuasi dengan mengunakan peralatan khusus selanjutnya di lepas jauh dari pemukiman warga.
Kepala bidang Pemadaman kebakaran (Damkar) kota Kotamobagu Erwin Sugeha, SE saat di konfirmasi terkait dengan tiga laporan warga tersebut mengatakan setelah menerima laporan itu pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk di lakukan penanganan.
“Alhamdulillah semua bisa kami atasi semua mulai dari pemotongan cincin hingga evakuasi hewan berbisa yang menepati di rumah warga,” ujarnya.
“Dua jenis hewan itu, bisa kami evakuasi dan suda di lepas jauh dari pemukiman warga,” tutur Sugeha.
Dia pun berharap agar masyakat lebih waspada lagi terkait dengan ancaman bahaya di sekitar terutama pontensi terjadi kebakaran.
“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan hindari potensi potensi terjadinya bahaya kebakaran,betul betul di perhatikan pengunaan peralatan elektronik yang mengunakan arus listrik segara laporkan apa bilah merasa bahwa akan terjadi bahaya kebakaran lewat Aplikasi siap tertib, begitu juga Dengan ancaman hewan berbisa seperti ular,tawon dan biawak saat melihat berada di lingkungan pemukiman segera laporkan,” Imbuhnya.
Sebap di aplikasi siap tertib kami tim damkar sigap 1×24 jam. ” Saat menerima laporan pasukan langsung turun lapangan kami pun terus sigap 1×24 jam sembari memantau apabila ada laporan warga yang masuk,” tandasnya. (***)










